Setiap kebutuhan hunian yang harus dijual dalam waktu cepat biasanya mengandalkan peran penting agen properti. Sejauh ini banyak bukti bisa diperlihatkan dari fasilitas agen yang mampu memasarkan produk hunian dengan metode lebih terbuka. Kini ada metode open listing dan exclusive listing. Dimana keduanya memberi manfaat dan kekurangan kepada pihak penjual rumah.

Bukan hanya menjual rumah saja, akan tetapi pada penyewaan dan juga penjualan tanah pun bisa menggunakan metode tersebut. Nah, mungkin Anda masih kurang memahami bagaimana sarana tepat dan menguntungkan dari metode open dan exclusive listing tersebut. Padahal kedua metode ini sudah banyak diterapkan oleh jasa penjualan properti dari skala perorangan ataupun perusahaan.

Menjual Rumah Melalui Agen Properti dan Pilihan Metode Penjualannya

Jual Rumah Memakai Agen Properti, Ini Pilihan Metodenya
Pilihan metode penjualan open listing dan exclusive listing sebenarnya mudah dipahami. Hanya saja dari pihak konsumen biasanya masih belum tahu apa saja keunggulan dan kekurangannya. Untuk lebih jelasnya, mari kita simak dalam ulasan berikut ini.

Penjualan Rumah Menggunakan Open Listing
Sekarang penjualan rumah dengan metode open listing ini banyak dihadirkan sebagai solusi tepat bahkan banyak keuntungannya. Kita bisa lihat dari jangka waktu mendapatkan pembeli kredibel dari setiap agen. Sebab dari open listing ini ada potensi sebuah properti dijual dengan status banyak agen bahkan lebih dari 1 agen. Sedangkan pangsa pemasarannya juga bisa menjalar ke fasilitas marketplace dengan berbagai akun.

Jadi nantinya properti yang dijual akan lebih mudah dipasarkan, kemudian dari segi efektifnya memang sangat dirasakan. Akan tetapi, dari dampak buruknya masih bisa dirasakan terutama dari setiap agen. Tentu jumlah agen yang menjual properti cukup banyak untuk satu jenis rumah saja. Kemudian terjadinya persaingan harga pun akan jadi sumber masalah. Sehingga agen-agen yang sebenarnya punya potensi penjualan lebih besar akan terhalang oleh agen lain yang juga menawarkan harga lebih murah bahkan sebaliknya.

Penjualan Rumah Melalui Exclusive Listing
Berikutnya ada metode exclusive listing yang mana masih sering kita temui dengan keuntungan yang cukup mudah dirasakan. Pada jenis exclusive ini setiap hunian yang dijual melalui jasa agen akan memanfaatkan tenaga profesional. Sistemnya benar-benar ketat, dan Anda hanya bisa menggunakan satu agen saja. Soal pembagian komisi juga sudah diatur dan tidak diperbolehkan menjual rumah pada agen lain. Jadi peluang besar untuk mendapat pembeli kredibel cenderung tidak secepat open listing.

Keuntungan lainnya juga bisa dirasakan yakni pihak penjual tak perlu melakukan negosiasi transaksi penjualan rumah. Dari pihak agen akan mencari calon pembeli, kemudian menjelaskan secara detail seperti apa kriteria rumah dan keunggulannya. Namun, ada kekurangan pada jenis exclusive listing ini diantaranya ada pembatasan waktu selama 3 bulan ataupun bisa lebih. Sehingga saat ada pembaruan kontrak pun harus membayar. Banyak penjual rumah merasa kurang nyaman dengan tipe penjualan satu ini. Selain jangka waktunya hanya 3 bulan, ternyata harus membayar biaya pemasaran juga.

Dua metode penjualan rumah di atas bisa langsung dirasakan manfaatnya. Dari setiap metode penjualan properti pasti punya dampak baik dan buruknya. Hanya saja pihak jasa agen properti sudah menggunakan banyak cara dalam menjual serta memasarkan properti agar terjual dalam waktu lebih cepat. Sekarang Anda bisa pilih antara penjualan open listing ataupun exclusive listing yang semuanya benar-benar memberi manfaat secara tepat dalam setiap penjualan properti.

Menjual Rumah Melalui Agen Properti dan Pilihan Metode Penjualannya


Setiap kebutuhan hunian yang harus dijual dalam waktu cepat biasanya mengandalkan peran penting agen properti. Sejauh ini banyak bukti bisa diperlihatkan dari fasilitas agen yang mampu memasarkan produk hunian dengan metode lebih terbuka. Kini ada metode open listing dan exclusive listing. Dimana keduanya memberi manfaat dan kekurangan kepada pihak penjual rumah.

Bukan hanya menjual rumah saja, akan tetapi pada penyewaan dan juga penjualan tanah pun bisa menggunakan metode tersebut. Nah, mungkin Anda masih kurang memahami bagaimana sarana tepat dan menguntungkan dari metode open dan exclusive listing tersebut. Padahal kedua metode ini sudah banyak diterapkan oleh jasa penjualan properti dari skala perorangan ataupun perusahaan.

Menjual Rumah Melalui Agen Properti dan Pilihan Metode Penjualannya

Jual Rumah Memakai Agen Properti, Ini Pilihan Metodenya
Pilihan metode penjualan open listing dan exclusive listing sebenarnya mudah dipahami. Hanya saja dari pihak konsumen biasanya masih belum tahu apa saja keunggulan dan kekurangannya. Untuk lebih jelasnya, mari kita simak dalam ulasan berikut ini.

Penjualan Rumah Menggunakan Open Listing
Sekarang penjualan rumah dengan metode open listing ini banyak dihadirkan sebagai solusi tepat bahkan banyak keuntungannya. Kita bisa lihat dari jangka waktu mendapatkan pembeli kredibel dari setiap agen. Sebab dari open listing ini ada potensi sebuah properti dijual dengan status banyak agen bahkan lebih dari 1 agen. Sedangkan pangsa pemasarannya juga bisa menjalar ke fasilitas marketplace dengan berbagai akun.

Jadi nantinya properti yang dijual akan lebih mudah dipasarkan, kemudian dari segi efektifnya memang sangat dirasakan. Akan tetapi, dari dampak buruknya masih bisa dirasakan terutama dari setiap agen. Tentu jumlah agen yang menjual properti cukup banyak untuk satu jenis rumah saja. Kemudian terjadinya persaingan harga pun akan jadi sumber masalah. Sehingga agen-agen yang sebenarnya punya potensi penjualan lebih besar akan terhalang oleh agen lain yang juga menawarkan harga lebih murah bahkan sebaliknya.

Penjualan Rumah Melalui Exclusive Listing
Berikutnya ada metode exclusive listing yang mana masih sering kita temui dengan keuntungan yang cukup mudah dirasakan. Pada jenis exclusive ini setiap hunian yang dijual melalui jasa agen akan memanfaatkan tenaga profesional. Sistemnya benar-benar ketat, dan Anda hanya bisa menggunakan satu agen saja. Soal pembagian komisi juga sudah diatur dan tidak diperbolehkan menjual rumah pada agen lain. Jadi peluang besar untuk mendapat pembeli kredibel cenderung tidak secepat open listing.

Keuntungan lainnya juga bisa dirasakan yakni pihak penjual tak perlu melakukan negosiasi transaksi penjualan rumah. Dari pihak agen akan mencari calon pembeli, kemudian menjelaskan secara detail seperti apa kriteria rumah dan keunggulannya. Namun, ada kekurangan pada jenis exclusive listing ini diantaranya ada pembatasan waktu selama 3 bulan ataupun bisa lebih. Sehingga saat ada pembaruan kontrak pun harus membayar. Banyak penjual rumah merasa kurang nyaman dengan tipe penjualan satu ini. Selain jangka waktunya hanya 3 bulan, ternyata harus membayar biaya pemasaran juga.

Dua metode penjualan rumah di atas bisa langsung dirasakan manfaatnya. Dari setiap metode penjualan properti pasti punya dampak baik dan buruknya. Hanya saja pihak jasa agen properti sudah menggunakan banyak cara dalam menjual serta memasarkan properti agar terjual dalam waktu lebih cepat. Sekarang Anda bisa pilih antara penjualan open listing ataupun exclusive listing yang semuanya benar-benar memberi manfaat secara tepat dalam setiap penjualan properti.